Malaikat malam telah kembali
Membawa bidadari gemintang
Mencoba menembus dinding dingin
Dari balik batinmu
Yang selalu tak henti mencari arti
Aku balik bertanya.
Perlukah semua memiliki jawabnya?
Mengapa mata langit muncul diwaktu malam?
Mengapa bulir embun serasa kesejukkan surga?
Aku tak butuh!
Kala sel otak menyapa jantungku
Dan mereka menari tak beraturan
Aku hanya bisa menikmatinya tanpa suara
Layaknya sekarat dalam pesta sunyi
Kabut ini makin tebal,
Daun pun lelah didahan
Mengikhlaskan diri tertiup angin
Lalu jatuh tak berdaya dipelukkan bumi,
Kau tau sungguh, tak mampu
Pena ini terhenti
Kubayangkan genggamanmu terikat kuat
Dan aku dengan bebasnya berteriak
Tanda masih tak lelah
Hanya seruan kerinduan akan damai
Yang tersembunyi dibalik kebekuan matamu
Kurindukan tanya dan curigamu
Kadang menjengkelkan namun tetap kupilih
Menyapamu tiap malam bersama hening
like thissss....berasa dalemnya....
BalasHapus